Sabtu, 11 Februari 2012

Best Practice Simposium Nasional BERMUTU

Best Practice

dalam

Simposium Nasional Program Bermutu Tahun 2011

Ateng Nurjaman, S.Pd anurjaman@yahoo.co.id

KKG Gugus 1 Ciamis SDSN 3 Ciamis

Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan Simposum Nasional Program BERMUTU Tahun 2011 yaitu :

1. Mencari best practice implementasi Program BERMUTU di kelompok kerja.

2. Merekam pengetahuan dalam bentuk artikel dan mampu mengungkapkan pemahaman tentang program BERMUTU yang dinilai dan bermakna untuk diketahui orang lain.

3. Mencari isi artikel yang bermakna dan benar dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran baik secara teoritis maupun praktis, implementasinya dapat menghindari, mengurangi kesalahan dalam praktik pendidikan.

4. Mengklarifikasi, mendiskusikan dan membahas isi artikel objektif dan mempunyai makna dan bernilai untuk disebarluaskan kepada anggota kelompok kerja lainnya;

5. Terpetakan dan terpilih Artikel tentang best practice implementasi program BERMUTU di kelompok kerja;

6. Terkritisya Artikel tentang best practice implementasi program BERMUTU di kelompok kerja untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal;

7. Mengharapkan kejujuran peserta berdasarkan pengalaman nyata di kelompok kerja yang bersangkutan, adanya rasa percaya diri peserta tentang isi artikel tidak sekedar penyajian informasi tetapi dihayati bukan dari pemahaman teoritis atau kajian pustaka, dan diyakini karena telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik).

Buat teman-teman Guru mungkin ada kesempatan yang sangat menarik untuk menampilkan pengalaman terbaik (Best Practice) Guru dari pengalaman penulis yang telah diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional di Hotel Grand Aquila Bandung 13-15 September 2011, dengan kegiatan "Penulisan Pengalaman Terbaik (Best Practice) Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah."

Hal ini dilatarbelakangi upaya peningkatan mutu dan profesionalisme guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah, dengan telah diterbitkannya Permenpan RB no 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, dimana mewajibkan guru untuk melakukan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), khususnya terkait publikasi ilmiah dan karya inovatif. Isi dari publikasi ilmiah dapat berupa laporan dari pengalaman-pengalaman terbaik yang telah dilakukan oleh para guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugasnya.

Dalam pelaksanaan tugasnya; idealnya Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah telah memperoleh banyak pengalaman. Di antara pengalaman-pengalaman itu, tentu ada yang diyakininya sebagai pengalaman terbaik (Best Practice). Bila pengalaman terbaik tersebut dipublikasikan, maka akan dapat menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi guru yang lain, dan sekaligus juga merupakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dari guru yang menulis.

Definisi "Best Practice"

Yang dimaksudkan dengan tulisan pengalaman terbaik (Best Practice) guru adalah tulisan yang dibuat guru yang berisi laporan uraian pengalaman nyata guru dalam memecahkan berbagai masalah pelaksanaan pembelajaran dan/atau masalah pengelolaan yang ada di kelas (bagi guru) atau di satuan pendidikan (bagi kepala sekolah), serta pengalaman nyata pengawas sekolah dalam memecahkan berbagai masalah kepengawasan. Laporan Best Practice merupakan pengalaman nyata penulis sendiri , bukan pengalaman orang lain , saduran, terjemahan atau plagiasi.

Di dalam laporan tersebut harus secara jelas ditulis tentang hal-hal berikut:

1. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Guru/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran/pengelolaan kelas atau satuan pendidikan/kepengawasan di satuan pendidikan binaannya.

2. Uraian keterkaitan permasalahan yang dihadapi dengan berbagai teori, hasil penelitian atau kajian pustaka yang relevan.

3. Pembahasan tentang bagaimana Guru/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah yang bersangkutan dalam memecahkan permasalahannya dan uraian hasilnya.

4. Sajian simpulan dan saran.

Kajian penulisan pengalaman terbaik ini juga merupakan bagian dari kegiatan pengembangan profesi yang berupa Karya Tulis Ilmiah berjenis Tinjauan Ilmiah.

Kerangka Penulisan

1. Best practice guru diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5 di atas kertas ukuran A4 70 gr, tidak bolak balik. Jumlah halaman minimal 16 dan maksimal 50 (tidak termasuk bab awal dan lampiran)

2. Kerangka isi penulisan diatur sebagai berikut :

a) Bagian Awal : halaman judul, lembar persetujuan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran (bila ada), serta abstrak atau ringkasan.

b) Bagian Isi : Bab Pendahuluan (latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat), Bab Kajian/Tinjauan Pustaka ( keterkaitan antara permasalahan yang dihadapi dengan berbagai teori, hasil-hasil penelitian, atau pengalaman-pengalaman terdahulu sebagai dasar teoritis terhadap apa yang dilakukan oleh guru dalam pemecahan permasalahannya), Bab Pembahasan Masalah (menguraikan langkah-langkah dalam memecahkan masalah yang dituangkan secara rinci. Uraian ini merupakan inti tulisan Best Practice), Bab Simpulan dan Saran (uraian tentang hal-hal yang dapat dipetik sarinya dari pengalamn berharga tersebut, simpulan diikuti dengan saran atau rekomendasi terhadap pihak terkait).

c) Bagian Penunjang : daftar pustaka dan lampiran-lampiran tentang semua data yang dipakai untuk menunjang tulisan tersebut.

Penulisan Best Practice

1. Peserta kegiatan ini adalah guru, kepala sekolah atau Pengawas dari jenjang KKG/MGMP/KKKS/KKPS.

2. Penulisan laporan Best Practice dilakukan perseorangan via e-mail ke Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) disesuaikan dengan permintaan panitia setiap tahunnya.

3. Kelengkapan yang harus dikirim kepada panitia; Laporan tertulis sebanyak 2 (dua) eksemplar, naskah sajian (print out) presentasi yang berupa tayangan Power Point dengan jumlah slide sekitar 10-20 buah untuk presentasi selama 15 menit, CD yang berisi laporan lengkap dalam format Microsoft Word, dan juga berisi naskah presentasi dalam format Microsoft Power Point.

Sajian Materi yang diharapkan dewan penilai

... Prof. Dr. Muhibinsyah, M.Ed Juri dalam sajian Teknik Menyusun artikel

a. Artikel berisi isu kependidikan yang hangat dan kontekstual seperti ;

(pendidikan karakter, pendidikan multikultural, pelbagai model pembelajaran masa kini).

b. Susunannya sistematis dan logis; (ada keterkaitan supaya pembaca lebih memahami).

c. Merupakan sintesis; (diberi ilustrasi dan diramu supaya menjadi kesatuan baru yang utuh dan memiliki karakter tersendiri).

d. Menggunakan rujukan ilmiah dan penomena faktual yang dapat dipercaya, relevan, dan aktual.

e. Menggunakan bahasa yg benar, baik, dan efektif (kosa kata dan istilah relevan).

f. Kerangka artikel; ( Bagian Pendahuluan tentang uraian singkat mengenai gejala yg muncul dan berhubungan dengan gagasan pokok/main idea, Bagian Isi, dan Bagian Simpulan / penutup yang bukan ringkasan.

g. Keefektifan kalimat dalam artikel; 1. Kesejajaran/keparalelan (unsur kalimat yg sejajar), 2. Kelogisan jalan pikiran yg benar/logis, 3.Hindari penggunaan dua kosa kata yang berarti sama, 4. Hindari ketidakhematan kata.

h. Artikel disusun dengan menggunakan bahasa yang benar dan baik.

... Prof. Dr. H. Enco Mulyasa, Juri dalam Kiat PTK

a. Posisi PTK bukan menjadikan Guru sebagai peneliti ( bukan saling menjegal pendapat).

b. Tujuan utama action research yaitu PTK dengan tujuan; 1. Memperbaiki kualitas pembelajaran, 2. Meningkatkan kualitas dan kondisi pembelajaran, 3. menemukan sesuatu yang baru dalam pembelajaran)

c. Prinsip PTK; 1.Tidak mengganggu pembelajaran ( tidak menggeser geser SK/KD, 2. Terencana dengan cermat sehingga tindakan dapat dirumuskan dalam suatu hipotesis yg dapat diuji, 3.Permasalahan menarik, nyata dapat dipecahkan dan ada dalam jangkauan peneliti, 4. Tidak menyita waktu terlalu banyak yaitu tidak lebih dari 4 bulan sebab akan menghadapi evaluasi (UAS di bulan ke-5), 5. Memperhatikan etika penelitian, 6. Berkelanjutan, 7. Penekanan pada penyempurnaan pembelajaran.

d. PTK dihargai secara kumulatif supaya Guru biasa melakukan perbaikan dan terbiasa untuk melakukan mencari hal-hal baru dan kedudukan Guru bukan untuk meneliti.

e. Penulis melakukan suatu proses jadi tidak sekali jadi.

... Prof. Dr. Abdorahman Ginting, Juri (Quality Control BERMUTU)

a. Kegiatan PTK hakikatnya merupakan kesadaran Guru dalam profesi bukan merupakan keterampilan menulis.

b. Tagihan BERMUTU tahun 2011 tidak sampai 8 tagihan tapi cukup 4 tagihan yang memiliki karakteristik daerah dan kebutuhan sendiri yang tidak harus sama antar kabupaten/kota mitra BERMUTU.

c. Tujuan bermutu hakikatnya hanya 2; 1. Peningkatan kinerja Guru dan peningkatan prestasi siswa (sosialisasi Paikem) pokus pada perbaikan pembelajaran, 2. Ada peningkatan kinerja guru dan penerapan metode pembelajaran,

Selamat berkarya dan berinovasi, terlepas dari kekurangan / kelebihan dan tiada maksud menggurui semoga oleh-oleh ini ada manfaatnya di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan di tahun ini dan tahun mendatang baik dalam kompetisi maupun dalam panggilan ruh keprofessionalan. Wassalam.

1 komentar:

  1. salut buat pak ateng ....
    ditunggu artikel lainnya pak

    BalasHapus